Pagi ini cerah sekali sama seperti hari sebelumnya.. Aku duduk disudut keramaian, mencoba mencari ketenangan buat nulis blog ini. Yap,aku dapat. Duduk disamping bapak yang sedang baca koran. "Permisi", kataku. Diapun sedikit bergeser.
Aku liat sekelilingku, life is beginning. Langit biru ditutupi awan putih, terlihat hiruk pikuknya bandara ini. Mungkin bisa dibilang minggu ini bertema: Bandara. Senin subuh nganter abang tercinta.
Dan tepat diwaktu seperti ini juga, semalam..aku melepas cintaku untuk pergi sejenak. Meski dia akan kembali juga, tapi.. Uhhh..sedih rasanya.. (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ ) Bibirpun sempat terasa kelu, badanpun menggigil.
Hanya saja, setelah melihatmu mengenakan jaket merah itu membuatku sedikit merasa hangat. Kau genggam aku, seakan-akan seolah-olah ingin menenangkanku. Meskipun bibirmu tak berkata apa, aku tau caramu mengenakan jaket itu, kau rasakan hal yang sama denganku.
Dingin. Tak ingin berpisah, meski sebentar saja.
Aku bukan orang yang bisa katakan hal2 seperti di filem2 ato sinetron2, yang mengumbar sejuta kata-kata perpisahan disepucuk surat cinta. Dan kaupun begitu.
Tapi ini, di bandara ini, aku bisa rasakan hal yang berbeda.
Tubuhku bergetar, mataku terasa panas, dadaku sesak, hanya ingin ucapkan:
"Bisakah kau tetap disini saja?"
Sensasi ini pernah kurasakan sebelumnya, saat melepaskan cinta pertamaku.
Inikah cinta? Apakah akan selalu merasa sulit ketika dia tak terlihat didepan mata.
Apa sebenarnya cinta itu? Membebaskan ato Mengikat?
Semuanya absurd. Tak bisa aku jelaskan lagi.
Satu yang pasti. Aku mencintaimu.
Kembali ke posisi awalku.
Aku melihat ini seperti kegilaan dalam hidup. Semua sibuk.
Lelaki memakai batik sambil membawa kopernya, supir taksipun menawarkan jasa untuknya, tawar-menawarpun terjadi, dan merekapun pergi.
Itu segelintir dari kesibukan disini.
Secara kasat mata, mereka semua sibuk memperjuangkan hidupnya, sedangkan aku sedang berusaha memperjuangkan cinta.
Cinta yang menurutku, Absurd.
Aku liat sekelilingku, life is beginning. Langit biru ditutupi awan putih, terlihat hiruk pikuknya bandara ini. Mungkin bisa dibilang minggu ini bertema: Bandara. Senin subuh nganter abang tercinta.
Dan tepat diwaktu seperti ini juga, semalam..aku melepas cintaku untuk pergi sejenak. Meski dia akan kembali juga, tapi.. Uhhh..sedih rasanya.. (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ ) Bibirpun sempat terasa kelu, badanpun menggigil.
Hanya saja, setelah melihatmu mengenakan jaket merah itu membuatku sedikit merasa hangat. Kau genggam aku, seakan-akan seolah-olah ingin menenangkanku. Meskipun bibirmu tak berkata apa, aku tau caramu mengenakan jaket itu, kau rasakan hal yang sama denganku.
Dingin. Tak ingin berpisah, meski sebentar saja.
Aku bukan orang yang bisa katakan hal2 seperti di filem2 ato sinetron2, yang mengumbar sejuta kata-kata perpisahan disepucuk surat cinta. Dan kaupun begitu.
Tapi ini, di bandara ini, aku bisa rasakan hal yang berbeda.
Tubuhku bergetar, mataku terasa panas, dadaku sesak, hanya ingin ucapkan:
"Bisakah kau tetap disini saja?"
Sensasi ini pernah kurasakan sebelumnya, saat melepaskan cinta pertamaku.
Inikah cinta? Apakah akan selalu merasa sulit ketika dia tak terlihat didepan mata.
Apa sebenarnya cinta itu? Membebaskan ato Mengikat?
Semuanya absurd. Tak bisa aku jelaskan lagi.
Satu yang pasti. Aku mencintaimu.
Kembali ke posisi awalku.
Aku melihat ini seperti kegilaan dalam hidup. Semua sibuk.
Lelaki memakai batik sambil membawa kopernya, supir taksipun menawarkan jasa untuknya, tawar-menawarpun terjadi, dan merekapun pergi.
Itu segelintir dari kesibukan disini.
Secara kasat mata, mereka semua sibuk memperjuangkan hidupnya, sedangkan aku sedang berusaha memperjuangkan cinta.
Cinta yang menurutku, Absurd.
+StewarD+_US_+BeyrenD+%3D-D.jpg)




Post a Comment