WHERE IS MY FAITH??!!

24 February 2011 10:14 PM Posted by My name is T.Je 0 comments
Seperti judulnya, "Where is my faith?"
Dimana kepercayaanku?
Bisakah kau jelaskan?
terkadang sering aku bertanya sama Tuhan, "Tuhan, mengapa kau selalu memberikan yang tidak terduga kepadaku?"
Sebuah kepercayaan yang sudah dibangun, tawa dan menangis bersama. Tapi inilah yang kau balas kepadaku, kepada kami. Ketika aku sangat membutuhkanmu, disitu kau pergi dengan segudang misteri dengan mingikis kepercayaanku. Tega!

Ingin rasanya berteriak!!!
"Tuhannnn.. Tolongggg akuuu!!! Ajariii akuu!!! Jangan tinggalkan aku Tuhan!!!"
Hanya Kau yang aku punya. Hanya Kau yang bisa aku andalkan setelah kedua orangtuaku.
Terkadang aku lupa betapa berharganya aku dimata Tuhan dan orangtuaku.
Tapi aku manusia yang lemah yang selalu menganggap dirinya kuat.
Susah untuk mengembalikan kepercayaan ini. Susah!
:'(

Tapi semuanya pasti bisa dilalui, pasti! Hanya semua proses itu seakan berat untuk kulalui.
Mulai dari remedial yang banyaknya luar biasa, osce ada yang kalah, ada masalah kepercayaan dirumah, ada sakit yang gak bisa aku jelasin. Ahh! entahlah...

"Tapi ada Tuhan, ada mamak, ada bapak.." itu yang selalu dikatakan mama.
"Memang hanya aku yang bisa menjaga anak-anakku." katanya lagi.
"Ma, i love you so.." sambil bergetar bibirku mengatakannya, menangis aku dipeluknya, kukecup keningnya.

Tuhan, jaga mereka. Hanya mereka yang aku punya.. :'(

♥ THEY ARE EVERYTHING ♥

23 February 2011 7:09 PM Posted by My name is T.Je 0 comments
06.30 wib di kamar (lagi baca buku)
*riiiiinnnnggg riiiiinnnnggg riiiinnnggg*
Mami: halo nakku..
Aku: halo mii..
Mami: lagi dimana?
Aku: lagi di kamar belajar.
Mami: ohhh..mami uda di Medan yaaa, sekarang uda di Perbaungan.
Aku: Laahh?? Kok bisa? Ngapain?
Mami: tedeh ateku nakku.
Aku: (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
Perlu aku jemput mi..
Mami: gak usah nakku, belajar ajalah kam. Tunggu mamak dirumah ya..
Aku: iya mi.. (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ )

Apa sih namanya ini?
Apa ini yang namanya kontak batin antara ibu dan anak?
Baru saja tadi malam aku menangis di hadapanMu Tuhan.
Malah aku semakin berat rasanya untuk memunculkan wajah di depannya, tak kuasa aku mengontrol kelenjar lacrimalis ini. Aku tahu Tuhan tidak akan memberikan ular beracun pada yang minta roti. Semuanya akan indah pada waktunya.

07.30 (mami sampai)
Percakapanpun terjadi dimeja makan dan mama memimpin doa.
Entahlah, mami nangis. Aku menangis. Banyak beban yang harus kutanggu, tapi aku harus bisa berjuang agar mami,papi bangga. Aku tahu bagaimana perjuangan mereka untukku.
Aahh Tuhan..
Aku bersyukur bisa memiliki mereka sebagai tempat perlindunganku setelah Kau.
Aku bersyukur bisa menjadikan mereka tempat berbagi kebahagiaan dan kesedihan.
Berikan mereka umur panjang Tuhan. Karna Kaupun tahu bagaimana cintaku pada mereka.
Berkati pekerjaan mereka di ladangMu itu Tuhan... Amin.
(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

.this is called the load.

6:25 AM Posted by My name is T.Je 0 comments
how much longer I don't sleep to fight for this one?
I'm not being ungrateful coz He is still giving a chance to change it, but I'm also human beings who need to close the eyes for a moment although just to restore his ability to read.
Sometimes feelings of regret only played in the past. Although my friend always says, "Smart isn't necessarily successful in the future."
I think that saying, funny and just plain entertaining. But if the second thought, have a point. You're just trying then God will arrange all.

Besides, I was sad when Mom called and said, "whether you are willing to do with your examination?" When the question was repeatedly spoken, my heart is angry! Do they know that I do all to boast of them? Are they realize?
God please give me strength. I believe You're not going to give a challenge beyond my ability.

♥ Mommy And Poppy.
♥ Brotha' and Sista'.

• KETIKA AKU •

18 February 2011 11:34 PM Posted by My name is T.Je 0 comments
Waktu mulai berjalan, detik demi detik, menit per menitnya, setiap jam sampai berbulanpun kita lalui. Hari itu tiba juga, hari dimana aku bisa bersamamu, meski tidak berdua, meski awalnya aku canggung untuk memulainya terlebih dahulu. Tapi aku senang. Bahagia. Entah sudah berlama ini tidak terjadi. Aku dan kamu. Dibawah atap belapiskan awan-awan. Ahh!! Aku bahagia.

Ketika aku-kamu menyusuri aspal hitam, tubuhku mendingin. Tatapan itu, sendu, inginku memelukmu, menciummu demi menghangatkan tubuhku. Tapi tak bisa aku hanya mengandalkan egoku, menjadikan kau seperti si Buta dari Gua Hantu. Itu tidak mungkin.
Kenapa aku? Kenapa aku tidak bisa melihat realita yang ada? Ini tidak mungkin. Ini salah Ance!

Kulihat itu. Di depanku. Ingin menangis, tapi tak mungkin. Bisakah kau mengerti bahwa aku juga membutuhkan hal yang sama?
Gila!!!
Ini memang Gilaaa!! Berkali kau lukai hatiku. Berkali juga kau mampu merengkuh hatiku. Apa salahku? Salahkah ini?
Dan semua orang akan mengatakan, "SALAH!!!"

Tuhan, tolong dia ya Tuhan. Jangan biarkan airmata itu mengalir lagi. Genggam tangannya ketika aku tidak bisa melakukannya. Peluk dia ketika aku tak sampai memeluknya. Cium dia ketika aku akan dikatakan SALAH jika menciumnya. AMIN!

♡ U.

"cokelat itu bukan cinta - cinta itu perjuangan"

15 February 2011 9:28 PM Posted by My name is T.Je 0 comments
Sudah lama aku tidak menulis tentang filsuf hidup. Ini biasanya muncul ketika segala sesuatunya kujadikan inspirasi, yang kutumpahkan ke dalam hobi menulisku.

Kau tahu semalam adalah hari Valentine. Dimana semua wanita seolah-olah memimpikan seorang pangeran berkuda bertopeng membawa sebuket bunga indah yang diselipkannya diantara kedua bibirnya dan ditangannya sudah ada sekotak cokelat yang notabene tanda cintanya untuk sang wanita. Tapi mungkin itu tak berlaku sedikitpun untukku. Tidak dengan bunga, tidak dengan cokelat, atau sepucuk surat romantis. Aku hanya perlu rasa itu, rasa dicintai dengan tulus disebuah ruang sempit dimana aku telah menyediakan teras untuk duduk berdua dengan sang pangeran. Dimana aku bisa menatapnya dan memberikan senyuman terbaikku. Dan memeluknya.
Tapi semuanya hilang...
Hilang entah kemana, pecah seolah-olah menjadi puing-puing yang tak bisa disatukan lagi.

Aku bukan wanita yang mengidamkan cokelat sebagai bukti cinta. Cokelat itu bukan cinta.
Cinta itu takut akan kejujuran, kejujuran menyudutkanku untuk mulai meragu.
Aku suka filosofi kecilmu yang mengatakan, "Cinta itu perjuangan."
tapi bisakah kau tunjukkan dimana sisi perjuanganmu?
sekali lagi aku bertanya, DIMANA?
Ingin rasanya memencet tombol nadi untuk tidak berdenyut, atau membalikkan arah putaran darah ini sehingga waktu yang lalu kembali, dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan bodoh itu. Tapi itu sangat tidak mungkin karena itu akan membuatmu ingin muntah, mual, sakit.
Cinta tidak hanya pikiran dan kenangan. Ini lebih besar dari itu. Dia tak bisa dihitung dengan kuota berapapun, cinta itu hanya ibarat tumbuhan yang harus selalu dipelihara, dirawat sehingga bisa memunculkan bunga yang indah. Bukan seperti cokelat yang bisa meleleh, mencair dan kemudian kau bentuk sesuai dengan keinginanmu. Bukan.
Ini hanya butuh waktu membuka diri untuk bisa duduk bersama dan membicarakan perjuangan itu. hanya itu?
Ya, hanya itu. Disini tidak ada kompromi, semuanya m
engikuti permainan hati.
Yang perlu dicamkan adalah membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya.

10.45 pm

Tidak ada tanda-tanda penyelesaian konsep filsuf ini. hemm..
tidak ada juga tanda-tanda berwarna merah dari handpphone pintar ini.
Adakah dia mulai terlelap? adakah dia memikirkanku sebelum tidur? adakah dia menginginkan perubahan yang besar untuk membuatku tergila padanya?
Bukan dengan riasan menor dan ditambahi dengan rayuan. Aku hanya mengharapkan sesuatu yang tak logis, yang membuatku berdecak kagum padamu. Aku tak mengharapkan kau untuk menjelaskan cinta yang merambah rasa ego dan dimensi akal sehatmu, aku hanya butuh prinsip kejantanan, prinsip kedewasaan, bukan hanya mengumbar kecakapan berbicara atau kecakepan. Ahh...bingungkan?

Trus, apa yang aku mau?

Cinta yang tak terbatas, cinta yang setia meski tak ada yang bisa menjamin sebuah kesetiaan, cinta yang tak bisa kau ukur kuantitasnya, cinta yang masih punya mekanisme bertahan.
GILA, ya..memang gila membuka pembicaraan ditengah malam seperti ini, ditengah kesakitanku yang tak bisa aku jelaskan disini, ditengah kebingunganku akan banyak hal, ditengah kerinduanku kepada Papa dan Mama.

13 Februari 2011

13 February 2011 7:04 PM Posted by My name is T.Je 0 comments
Minggu..ini hari minggu..tapi aku tidak bersama mereka, meraka yg setahun lalu mengisi hari-hariku, mereka yang selalu mengacak-acak emosiku.

Tapi entah mengapa aku senang.. Ya, semua memang ada alasannya..
Heemmm..
Dia yang sudah membuatku tersenyum dan nyaman.
Aku menikmati setiap detik hari ini, tanpa kulewati sedetikpun.
Tapi keraguan selalu saja menghampiri. Memang merubah diri tidaklah gampang, butuh waktu dan tekad yang kuat. Aku, aku cuma menunggu itu. Aku, aku cuma membutuhkan itu darimu.

Semuanya kuserahkan pada Yang Kuasa. Mungkin ini memang hanya masalah waktu, masalah rela membuka hati. Yah, kalo katanya..jadilah orang yang sosialisme jangan kapitalisme. I love the way you love me.. Tapi aku juga perlu realisasi, butuh bukti sebuah perubahan.