Why stuck always come in the midnight?

28 March 2011 12:24 AM Posted by My name is T.Je 0 comments
Lama aku gak nulis di blog ini.
Yah, tapi malam ini seperti biasa aku gak bisa tidur.
Kemarin, hari minggu seperti momen yang tepat buat ngilang dari peredaran.
Okay singkatnya, kemarin hari salah paham sedunia.
Salah paham sama kakak sayang..salah paham sama temen..salah paham sama semua.
Ahh..ini yang buat aku stuck!

Oya, sekilas aku mau bilang kalo aku lagi ditanah karo simalem.
Yah,emang buat menghilang. Membunuh kejenuhan.
:(
But thanks my Princess for the attention.
I'm so appriciate.
Maaf kalo agak keras ngomongnya tadi ya..
Kalo gak ada kamu kemarin" itu udah kayak neraka aja deh.
Thank u. :)

.darkness on satnite.

05 March 2011 11:14 PM Posted by My name is T.Je 0 comments
Mungkin setiap malam kalian melihatku mengeluh. Bukan mengeluh sebenarnya, ini cuma sebagai ungkapan perasaan yang tak terkatakan. Dan biasanya aku tumpahkan dengan menulisnya. Aku punya banyak masalah, dan aku sadar masih banyak orang-orang lebih menderita dari ini.
Manja. Mungkin itu arti dari sikapku ini.

Entah kenapa tiba-tiba kepalaku pusing, padahal rencananya aku mau latihan.
Akhirnya latihanpun aku gak lagi. Kepala pusing terus. Kutelan 1 panadol, itupun gak ngurangin efek. Masih gak bisa bisa tidur. *tepok jidat*

Malam ini aku tidur sama mama. Lebih tepatnya di kegelapan kamar (ya gelaplah, wong lampu kamar dimatiin) alasannya sih supaya aku gak susah tidur, tapi sama aja sih Mom. But thank u for ur attention. :)
Cerita panjang lebar. Ku peluk dia. Selalu airmata menetes dipipi. Intinya, serahkan semua pada Tuhan. Tuhan punya rencana indah buat kita, dan kita harus percaya itu.
Aku bernyanyi lagunya Utha Likumahuwa, Esokkan Masih Ada.
Dan itu sebagai lagu penghiburan buat kami.
Mom, I ♥ u so much!!!

Dalam anganku aku berjanji, aku bisa membanggakanmu mama.
Setiap tetes airmata inipun seakan menjadi dorongan untuk dibayar esok hari.
Cintamu mama, sungguh luar biasa.
Tapi kau tahu, akupun akan selalu berada disampingmu, mengusap dadamu yang nyeri itu, mencium keningmu disaat kepalapun mulai berdenyut sakit.

Papa..mama..
Aku sayang kalian.
Ini tanggung jawabku, berikan kekuatan padaku untuk menyelesaikannya pa..ma..
♡ you papamama.

goal keeper or the player?

04 March 2011 6:04 PM Posted by My name is T.Je 0 comments
Sore ini, masih berlokasi dikamarku, bosan rasanya. Mau menulis skripsi tapi gak bisa. Ada aja yang ganggu, diajak keluarlah jadi supir, disuruh ini itulah, kalo ada waktu malah stuck. Hemm..!uppss sorry, tapi pekerjaan saya bukan supir ya, saya masih kuliah dibangku kedokteran, dimana sekarang lagi masa-masa kritis yang luar biasa. Gak ngerti? Ya, masa kritis maksudnya, masa dimana musim ujian akhir, ujian OSCE, tapi disitu pulak skripsi. Agooooo yaaamaaannggg. -______-

*sigh*
Kuputar lagu-lagunya Christina Aguilera, What a girl wants.

I wanna thank you for giving me time to breathe
Like a rock you waited so patiently
While I got it together
While I figured it out
I only looked but I never touched
'Cause in my heart was a picture of us
Holdin' hands, makin' plans and it's lucky for me you understand

What a girl wants
What a girl needs
Whatever makes me happy sets you free
And I'm thanking you for knowing exactly
What a girl wants
What a girl needs
Whatever keeps me in your arms
And I'm thanking you for being there for me
Yeah Yeah

A weaker man might have walked away
But you had faith
Strong enough to move over and give me space
While I got it together
While I figured it out
They say if you love something let it go
If it comes back it's yours
That's how you know
It's for keeps, yeah, it's for sure
And you're ready and willin'
To give me more than

What a girl wants
What a girl needs
Whatever makes me happy sets you free
And I'm thanking you for giving it to me
What a girl wants
What a girl needs
Whatever keeps me in your arms
And I'm thanking you for being there for me
Yeah Yeah

A girl needs somebody sensitive but tough
Somebody there when the goin' gets rough
Every night he'll be giving his love
To just one girl

Somebody cool but real tender too
Somebody, baby, just like you
Can keep me hangin' around
With the one who always knew

What a girl wants
What a girl needs
Whatever makes me happy sets you free
And I'm thanking you for knowing exactly
What a girl wants
What a girl
needs
Whatever keeps me in your arms
And I'm thanking you for being there for me
Yeah Yeah


lagu inipun berasa sesuai dengan bawaan hati.
teringat akan analogiku yang pernah kukatakan pada salah satu temanku.
Hidup ini seperti bermain bola, selalu oper sana-sini, harus sabar menunggu waktu untuk menendang bola itu ke gawang. Terkadang terlihat wajah pemain itu lesu, lemah, tidak berdaya melawan hantaman lawan, atau karena lawan sudah terlebih dahulu mencetak angka. Tapi tidak dengan persoalan cinta. Ini sedikit berbeda menurutku. Aku tidak begitu suka cinta diibaratkan seperti permainan bola, sayang. Entahlah.. tapi aku lebih suka jika kau menganalogikanku sebagai seorang penjaga gawang, yeah..goal keeper dan kamu sebagai pemain lawan.

Aku bicara kita.
Bahwa dalam hubungan ini aku adalah penjaga gawang.
Ketika hati kamu bimbang.
Ketika kamu gamang.

Aku penjaga gawang. Ketika cinta kita dipertanyakan. Ketika harus ada jawaban.
Memastikan bahwa kamu tahu tujuan.
Di mana bola harus dimasukkan.
Di mana masa depan harus kita goal -kan.

.the blue one.

02 March 2011 4:20 PM Posted by My name is T.Je 0 comments
Langit ini biru, masih sama seperti yang dulu, biru.
Ku tatap dia dari dekat jendela kamarku.
Sering kubertanya dalam hati, "mengapa warna biru itu selalu diselimuti awan putih? Bisakah kau jelaskan?"
"Tidak."
Sejauh ini belum ada yang bisa menjelaskannya.
Sama seperti yang terjadi belakangan ini.
Kau tahu ini bukan mauku untuk menghilangkan diri dari pandanganmu.
Ini hanya agar kau bisa merasakan bahwa aku sebagai awan putih yang terkadang memberi keindahan di setiap harinya, tapi bisa memberi mendung ketika langit memaksanya untuk menangis. Sadarkah kau akan hal itu?

Meski kau selalu berwarna biru, tapi putih itu tak bisa aku tunjukkan sekarang.
Dia selalu mendung. Entah kenapa.
Jika aku pagi atau siang, bisa aku mengadu pada matahari, awan, atau langit.
Jika aku malam, bisa aku mengadu pada bintang dan bulan.
Jika aku mendung, pada siapakah aku mengadu? Adakah?
Tidak! Tidak ada!!


Kuserup lagi cokelat ini. "Sluurrruuppp..."
Kupikir lagi.
"Yaaa!!"
"Aku bisa mengadu pada hujan."
"Terima kasih cokelat! Kau bisa membuatku mengerti sekarang."
"Terima kasih hujan."
"Bukan!"
"Terima kasih kepada mereka yang bisa menerima hujan tanpa bersungut-sungut. Terima kasih kepada mereka yang membuat langit menjadi hujan. Terima kasih kepada mereka yang memberiku payung, jaket, dan topi sebelum hujan itu ada. Terima kasih kepada mereka yang bisa membuat langit yang mendung itu menjadi biru kembali."

Kembali lagi.
"Kau!!"
"Bisakah kau seperti mereka, membantuku dengan memberiku tempat menampung ketika mendung itu menjadi hujan. Memberi kehangatan bagiku, jika aku mulai membeku karena dinginnya malam itu??"


Mulai meragu.
Entah kapan langit ini bisa menjawab keragu-raguan itu.
Entah kapan mendung ini bisa bertahan tanpa harus menurunkan hujan lagi.
"Mampukah kau membendungnya?"
Itu akan selalu menjadi tanya.


---------------------------------------------------------------------------------------------