06.30 wib di kamar (lagi baca buku)
*riiiiinnnnggg riiiiinnnnggg riiiinnnggg*
Mami: halo nakku..
Aku: halo mii..
Mami: lagi dimana?
Aku: lagi di kamar belajar.
Mami: ohhh..mami uda di Medan yaaa, sekarang uda di Perbaungan.
Aku: Laahh?? Kok bisa? Ngapain?
Mami: tedeh ateku nakku.
Aku: (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
Perlu aku jemput mi..
Mami: gak usah nakku, belajar ajalah kam. Tunggu mamak dirumah ya..
Aku: iya mi.. (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ )
Apa sih namanya ini?
Apa ini yang namanya kontak batin antara ibu dan anak?
Baru saja tadi malam aku menangis di hadapanMu Tuhan.
Malah aku semakin berat rasanya untuk memunculkan wajah di depannya, tak kuasa aku mengontrol kelenjar lacrimalis ini. Aku tahu Tuhan tidak akan memberikan ular beracun pada yang minta roti. Semuanya akan indah pada waktunya.
07.30 (mami sampai)
Percakapanpun terjadi dimeja makan dan mama memimpin doa.
Entahlah, mami nangis. Aku menangis. Banyak beban yang harus kutanggu, tapi aku harus bisa berjuang agar mami,papi bangga. Aku tahu bagaimana perjuangan mereka untukku.
Aahh Tuhan..
Aku bersyukur bisa memiliki mereka sebagai tempat perlindunganku setelah Kau.
Aku bersyukur bisa menjadikan mereka tempat berbagi kebahagiaan dan kesedihan.
Berikan mereka umur panjang Tuhan. Karna Kaupun tahu bagaimana cintaku pada mereka.
Berkati pekerjaan mereka di ladangMu itu Tuhan... Amin.
(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
*riiiiinnnnggg riiiiinnnnggg riiiinnnggg*
Mami: halo nakku..
Aku: halo mii..
Mami: lagi dimana?
Aku: lagi di kamar belajar.
Mami: ohhh..mami uda di Medan yaaa, sekarang uda di Perbaungan.
Aku: Laahh?? Kok bisa? Ngapain?
Mami: tedeh ateku nakku.
Aku: (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
Perlu aku jemput mi..
Mami: gak usah nakku, belajar ajalah kam. Tunggu mamak dirumah ya..
Aku: iya mi.. (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ )
Apa sih namanya ini?
Apa ini yang namanya kontak batin antara ibu dan anak?
Baru saja tadi malam aku menangis di hadapanMu Tuhan.
Malah aku semakin berat rasanya untuk memunculkan wajah di depannya, tak kuasa aku mengontrol kelenjar lacrimalis ini. Aku tahu Tuhan tidak akan memberikan ular beracun pada yang minta roti. Semuanya akan indah pada waktunya.
07.30 (mami sampai)
Percakapanpun terjadi dimeja makan dan mama memimpin doa.
Entahlah, mami nangis. Aku menangis. Banyak beban yang harus kutanggu, tapi aku harus bisa berjuang agar mami,papi bangga. Aku tahu bagaimana perjuangan mereka untukku.
Aahh Tuhan..
Aku bersyukur bisa memiliki mereka sebagai tempat perlindunganku setelah Kau.
Aku bersyukur bisa menjadikan mereka tempat berbagi kebahagiaan dan kesedihan.
Berikan mereka umur panjang Tuhan. Karna Kaupun tahu bagaimana cintaku pada mereka.
Berkati pekerjaan mereka di ladangMu itu Tuhan... Amin.
(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

Post a Comment